This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, April 30, 2013

siksa wanita kelak

ayo kpda sluruh kaum hawa yg muslim cpatlah bertaubat, dan ingat bhwa ada siksa kubur yg menanti qta ....
Timeline PhotosBismillaah.

Baca jangan tak baca , untuk renung renungan :)

Lelaki Bahagia
Karya: Muhammad Fadhli

Binar matamu yang jelita
meruntuhkan segala rasaku
Kau kupuja seumur hidup
yang takkan pernah kusakiti

Thursday, April 25, 2013

al-Qur'an dan Orientalis

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Rasulullah SAW dan kepada keluarganya serta para sahabat-sahabatnya. Berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kita mohon ampun kepada Alloh untuk kita sendiri, kedua orang tua kita dan bagi kaum muslimin dari setiap dosa berupa perkataan dan perbuatan serta bertaubat kepada-Nya dari setiap maksiat, yaitu taubatnya seorang hamba yang tak mampu memberikan petunjuk bagi dirinya dan yang tak dapat menolak kesesatan dari dirinya.

Monday, December 10, 2012

Barhala - barhala modern.

Pada akhir zaman ini telah banyak barhala - barhala baru. barhala - barhala itu dibuat oleh orang2 barat untuk melemahkan iman terhadap tuhan yang sebenarnya yaitu Allah. Jika dulu barhala mereka berbentuk patung - patung yang mereka sembah maka Sekarang barhala - barhala itu tak lagi berupa patung. barhala - barhala itu sekarang berbentuk HP, Laptop, FB, twitter, Sepakbola dan lain sebagainya.

Bagaimana semua itu menjadi barhala - barhala modern. sering kali ketika adzan, yaitu panggilan untuk menyembah tuhan sering kali terabaikan hanya supaya tidak terlewatkan sebuah pertandingan Sepakbola. Dan juga sering kali suporter sesama agama islam saling ejek dan tawuran hanya demi membela club sepak bola kesayangan mereka. Mereka lupa terhadap agama dan iman, yang ada hanyalah membela club sepak bola tidak peduli kalau lawan ejek dan tawuran adalah saudara seiman. Itu adalah sebuah bukti agama telah terhapuskan dari hati dan telah tergantikan oleh sepak bola.

hp, laptop, atau barang - barang elektronik lainnya sekarang telah menjadi tuhan - tuhan baru. Ia telah menandingi tuhan yang yang sebenarnya dalam benak hambanya. Seringkali, ketika ia asyik bermain dengan alat - alat tersebut ia akan lupa segalanya. Bahkan, ketika adzan (seruan tuhan) di kumandangkan, ia tak sedikitpun beranjak dari tempatnya, seakan2 barang - barang tersebut lebih penting dari tuhannya.

bahagia dengan derita

Bahagia dengan derita

Aku ingin bahagia
Bukan dengan tawa
Bukan karena senang
bukan karena ni'mat

Aku ingin bahagia
Bahagia dengan tangis
Bahagia dengan derita
bahkan bahagia dengan adzab

Hidup tak pernah usai
Selesai satu
Sudah ada satu yang lain
Semua bukanlah kesenangan

Hidup tak pernah usai
Bahagiapun serasa tak pernah datang
Walau sebenarnya ada di sekeliling
Semua adalah kebahagian walau sulit tuk dirasakan.

Malang, 05-12-2012

Thursday, November 22, 2012

berkawan dengan kekurangan

Bersyukur, itulah satu hal yang selalu harus kita lakukan. Bersyukur dengan segala kenikmatan yang telah dianugerahkan kepada kita dengan segala bentuknya. Kenikmatan yang setiap hari dan bahkan setiap detik kita lakukan adalah kenikmatan yang ada pada tubuh kita. Ya, bersyukur dengan segala yang ada dalam bentuk tubuh kita adalah sebuah kenikmatan yang tidak bisa kita lupakan. Tentu saja bersyukur di sini memiliki tiga tingkatan yaitu :
1.      Meyakini bahwa segala kenikmatan tersebut adalah bersumber dari Allah ta’ala bukan dari diri kita dan dari orang lain.
2.      Melafadzkan dan mengucapkan “Al-Hamdulillah” yaitu pujian kepada Allah ta’ala
3.      Menggunakan kenikmatan tersebut di jalan Allah ta’ala.
Dari ketiga tingkatan ini sudah selayaknya harus kita laksanakan secara bersama-sama dan tidak bisa dipisahkan.
Kemudian, muncul pertanyaan bagaimana jika ternyata kenikmatan tubuh yang “sempurna” ini ternyata tidak dianugerahkan kepada kita? Maksudnya adalah bahwa anugerah tubuh ini ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Misalnya saja wajah kita tidak cantik atau tidak ganteng, kulit kita tidak putih mulus, tubuh kita tidak ideal, atau tubuh kita tidak seperti orang lain. Maka dalam hal ini tentu saja kewajiban bersykur tetap harus dilaksanakan, misalnya saya yang memiliki kulit hitam atau sawo matang sudah selayaknya juga bersyukur walaupun dalam pikiran saya bahwa saya ingin memiliki kulit yang putih dan tubuh ideal.
Bagaimana cara mudah agar kita selalu bersyukur? Caranya mudah saja, lihatlah orangf-orang yang tidak memiliki “kesempurnaan” tubuh. Lereka yang mungkin mukanya lebih “jelek” dari kita, atau mereka yang kulitnya lebih hitam dari kita. Saya sendiri memiliki teman yang secara fisik jelas tidak sempurna ada yang mukanya cacat, matanya cacat, kulitya berbintik merah dan lain sebagainya. Dengan melihat mereka saya kembali bersyukur bahwa ternyata walaupun tubuh saya “tidak ideal” menurut ukuran manusia namun masih banyak orang lain yang memiliki kekurangan lebih dari saya. Karena itu saya selalu bersyukur, bagaimana dengan anda? Mari mensyukuri apa yang ada pada kita? Dan saya ulang lagi caranya adalah berkawan dengan orang yang memiliki kekurangan…   

Tuesday, June 5, 2012

Pembentukan Karakter dalam perspektif Islam




Aksi dan perilaku negatif mulai dari demo anarkis, perkelahian massal, perusakan, KDRT, tindak korupsi, perilaku a-susila hingga bullying di lembaga pendidikan merupakan wujud-wujud perbuatan tak terpuji atau lahir dari akhlak tercela. Sedang akhlak tercela dipastikan berasal dari orang bermasalah dalam keimanan yang merupakan manifestasi sifat syaitan dan iblis yang tugas utama dan satu-satunya menjerumuskan manusia agar tersesat dari koridor agama.
Dalam Al Quran diungkap bahwa Iblis adalah makhluk sombong. Tatkala disuruh Allah bersujud terhadap Adam, ia menolak dan malah mengatakan "Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api, sedang Engkau menciptakannya dari tanah" (Qs. Al-A'raf: 12). Iblis pantang bersujud. Allah murka dan menghukumnya keluar dari surga. Iblis minta waktu untuk menjerumuskan manusia. Peristiwa ini diabadikan Allah di berbagai surat dalam Al Quran.
Ajaran Islam tidak membiarkan perbuatan tercela. Nabi Muhammad sendiri diutus dalam upaya menyempurnakan akhlak manusia. Mukmin adalah yang mempunyai akhlak paling baik. Dalam kamus bahasa yang mendekati makna akhlak adalah budi pekerti. Senyatanya di Indonesia budi pekerti bangsa masih menjadi persoalan, hingga dimunculkan karakter. UU Sisdiknas no 20 tahun 2003 telah menaruh perhatian dengan mencantumkan akhlak mulia sebagai suatu tujuan penting dari sistem pendidikan nasional. Tetapi maraknya kekerasan dan perilaku negatif yang dilakukan oleh kaum terdidik membuat kita miris dan prihatin. Perbuatan itu dilakukan orang yang mengaku beragama.
Dalam Islam disebutkan Nabi Muhammad memiliki akhlak yang agung: wainnaka la ‘ala khuluqin azim (QS Al-Qalam: 4). Akhlak terpuji dicontohkan Nabi diantaranya, menjaga amanah, dapat dipercaya, bersosialisasi dan berkomunikasi efektif dengan umat manusia sesuai harkat dan martabatnya, membantu sesama manusia dalam kebaikan, memuliakan tamu, menghindari pertengkaran, memahami nilai dan norma yang berlaku, menjaga keseimbangan ekosistem, serta bermusyawarah dalam segala urusan untuk kepentingan bersama. Keberadaan Nabi selaku utusan Allah kepada umat manusia pada intinya dapat disimak dari ucapan beliau: "Sesungguhnya aku (Muhammad) ini diutus ke dunia semata-mata demi menyempurnakan Akhlak umat manusia" (al-Hadist).
Sabda Rasulullah tersebut diatas menunjukkan tiada lain bahwa kehidupan manusia ini semestinya bersandar pada segala perilaku positif dan tindakan terpuji. Itulah semua bagian dari sebuah akhlak yang mulia. Dalam Islam kedudukan akhlak sangat penting, ia merupakan "buah" dari pohon Islam berakarkan akidah dan berdaun syari'ah.

Pendidikan Karakter yang Beradab
Cendekiawan Muslim Adian Husaini (2011) mengemukakan bahwa dalam soal pendidikan karakter bagi anak didik berbagai agama bisa bertemu. Islam, Kristen dan berbagai agama lain bisa bertemu dalam penghormatan terhadap nilai-nilai keutamaan. Nilai kejujuran, kerja keras, sikap ksatria, tanggung jawab, semangat pengorbanan, dan komitmen pembelaan terhadap kaum lemah dan tertindas, bisa diakui sebagai nilai-nilai universal yang mulia dan diakui oleh setiap agama.
Berbagai program pendidikan dan pengajaran - seperti pelajaran Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewargaan Negara (PPKN), Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), - belum mencapai hasil optimal, karena pemaksaan konsep yang sekularistik serta tidak ada model perilaku yang jelas dan terterima. Padahal, program pendidikan karakter, sangat memerlukan contoh dan keteladanan. Kalau hanya slogan dan'omongan', orang Indonesia dikenal jagonya! Memang kita rasakan, orang Indonesia dikenal piawai dalam menyiasati kebijakan dan peraturan. Ide UN, mungkin bagus tapi, di lapangan, banyak yang bisa menyiasati agar siswanya lulus semua yang merupakan tuntutan pejabat dan orang tua. Guru tidak berdaya. Lebih jauh lagi, kebijakan sertifikasi guru, bagus! Tapi, karena mental materialis dan malas sudah bercokol, kebijakan itu memunculkan tradisi berburu sertifikat, bukan berburu ilmu. Bukan tidak mungkin, gagasan Pendidikan Karakter ini menyuburkan bangku-bangku seminar demi meraih sertifikat pendidikan karakter, untuk meraih posisi dan jabatan tertentu.
Namun, pendidikan karakter yang mengembangkan nilai-nilai universal tersebut diatas tidak cukup untuk konteks Indonesia. Hal ini karena kita memiliki nilai-nilai adat ketimuran dan keagamaan yang demikian kuat dan menjadi ciri khas yang membedakan karakter orang Indonesia dan bangsa lain. Sebagai contoh, China mendasarkan pada komunisme dan Negara barat berkiblat pada liberalisme. Mereka sukses. Kita sendiri sebenarnya memiliki Pancasila dan konstitusi kita (UUD 45) yang disusun the Founding Fathers sangat cermat mengesankan tingkat religiusitas yang tinggi dari mereka.
Tentu karakter manusia Indonesia itu berbeda dengan karakter masyarakat komunis di Cina dan masyarakat di Barat yang melekat kuat perilaku liberalnya. Disnilah keunikan masing-masing. Indonesia memiliki nilai tersendiri yang kemudian oleh para pendiri republik ini berhasil di"satu"kan dalam nilai-nilai Pancasila. Sila pertama meyakinkan kita bahwa karakter universal yang menjadi tujuan pendidikan karakter seyogyanya dibarengi dengan nilai-nilai keagamaan yang dimiliki masing-masing individu.
Sekolah-sekolah yang melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis keyakinan agamanya diperbolehkan dan dijamin dalam Negara berdasar Pancasila. Salahsatu penjabaran dari sila pertama ini maka seorang Kristen membentuk karakter universalnya melalui dasar keyakinan kristiani, sementara Muslim pun mengembangkan karakter universalnya melalui inspirasi keagamaan yang diyakininya yakni yang bersumber pada Al Qur'an dan Al Hadist..
Jadi pendidikan kita itu haruslah pendidikan karakter yang beradab dengan nilai-nilai filsafat dasar bangsa yang tersemai dalam Pancasila. Bukan karakter yang didasari nilai-nilai Barat, Komunis atau sekularistik. Hal ini penting karena pengaruh dan infiltrasi budaya asing demikian deras mempengaruhi warga bangsa,, padahal nilai-nilai ;uhur bangsa telah teruji menyatukan berbagai komponen bangsa sejak sebelum hingga masa mengisi kemerdekaan sekarang ini. The Founding Fathers RI telah berhasil menciptakan karya luar biasa dalam menyatukan bangsa ini melalui Pancasila. Presiden Soekarno bahkan dengan percaya diri pernah memperkenalkan keunggulan Pancasila di forum persyarikatan bangsa-bangsa tak lama setelah Indonesia merdeka dari penjajahan.

by : imam suprayogo